expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 30 Oktober 2015

RELIGIUSITAS


PROJECT OF GOODNESS 1 : BERBAGI KASIH DENGAN MENGAJAR SEKOLAH MINGGU

Indahnya berbagi 
Melakukan kebaikan merupakan kewajiban utama manusia sebagai makhluk hidup di dunia ini. Kebaikan tidak hanya meliputi hubungan antara manusia dengan Tuhan saja misalnya beribadah, namun juga antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Ingatlah bahwa tujuan manusia berbuat kebaikan adalah untuk memperbaiki kehidupan diri sendiri baik di dunia maupun di akherat nanti. Dengan melakukan kebaikan, sama seperti halnya menabung untuk bekal kita nanti di kehidupan setelah mati.

Awalnya memang tidak mudah
Pada awalnya saya (Anggia) dan teman-teman saya (Metha dan Dias) masih bingung hal baik apa yang bisa kami bagi untuk orang lain. Lantas kami berpikir bahwa berbuat baik tidaklah hanya bisa dilakukan kepada mereka yang sama dalam tanda kutip “seagama” dengan kita, namun walaupun berbeda kami juga bisa membagi apa yang kami punya.
Kami memilih untuk proyek kebaikan yang pertama kami untuk ikut mengajar di sekolah minggu di gereja tempat teman kami Metha beribadah. Saya dan Dias memang beragama Islam namun saya tidak masalah dengan melakukan hal tersebut. Teman saya sebelumnya sudah memberitahu saya bahwa di sekolah Minggu tersebut kami bisa membantu para tutor disana. Kami juga sudah mempersiapkan berbagai macam jajanan untuk di bagi pada murid sekolah Minggu tersebut karena kebanyakan murid disana masih anak-anak.
Pagi sekitar pukul 8 kelas Minggu dimulai. Kami pun memperkenalkan diri karena ada yang bilang bahwa tak kenal maka tak sayang. Sehingga kami pun berkenalan dan mengajukan alasan mengapa kami datang ke tempat tersebut. Setelah itu kami melakukan games/permainan. Tentu saja tidak semua anak mau berdekatan dengan kami karena mungkin mereka belum terlalu mengenal kami, namun walaupun seperti itu kami tetap berusaha mengatur jalannya games dengan sabar.


Melihat mereka tersenyum rasanya puas

Setelah semua kegiatan dalam kelas tersebut selesai, kami mulai membagikan jajanan kepada anak-anak tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak memang amat bersemangat jika mendengar kata hadiah. Padahal jajanan yang kami berikan tidak seberapa tapi melihat mereka senang dengan pemberian kami membuat kami senang dan merasa puas. Saya baru sadar bahwa hal kecil dengan memberi jajanan seperti itu saja dapat membuat orang lain bahagia.

Refleksi terhadap proyek kebaikan ini
Tak banyak orang yang sadar bahwa melakukan hal kecil dapat memberi pengaruh yang besar terhadap orang lain. Kami dan saya khususnya merasakan bahwa menjadi pengajar anak-anak tidaklah hal yang mudah. Butuh kesabaran ekstra untuk menjadi tutor disana. Saya merasa kagum dengan para pengajar disana, mereka dengan sabar dan ikhlas mau berbagi ilmu dengan anak-anak lain yang bukan siapa-siapa mereka agar anak-anak tersebut lebih mengenal Tuhan. Dari hal tersebut saya menyadari bahwa ikhlas merupakan kunci utama untuk melakukan kebaikan. Tidak perlu meminta imbalan namun hanya yakin bahwa yang kita berikan itu berguna bagi orang lain dan juga bermanfaat untuk hidup kita. Sebagai mana firman Allah SWT didalam Al Qur’an bahwa:
آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)