PROJECT OF GOODNESS 1 : BERBAGI KASIH DENGAN MENGAJAR
SEKOLAH MINGGU
Indahnya berbagi
Melakukan kebaikan merupakan kewajiban utama
manusia sebagai makhluk hidup di dunia ini. Kebaikan tidak hanya meliputi
hubungan antara manusia dengan Tuhan saja misalnya beribadah, namun juga antara
manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Ingatlah bahwa tujuan manusia
berbuat kebaikan adalah untuk memperbaiki kehidupan diri sendiri baik di dunia
maupun di akherat nanti. Dengan melakukan kebaikan, sama seperti halnya
menabung untuk bekal kita nanti di kehidupan setelah mati.
Awalnya memang tidak
mudah
Pada awalnya saya (Anggia) dan
teman-teman saya (Metha dan Dias) masih bingung hal baik apa yang bisa kami
bagi untuk orang lain. Lantas kami berpikir bahwa berbuat baik tidaklah hanya
bisa dilakukan kepada mereka yang sama dalam tanda kutip “seagama” dengan kita,
namun walaupun berbeda kami juga bisa membagi apa yang kami punya.
Kami memilih untuk proyek
kebaikan yang pertama kami untuk ikut mengajar di sekolah minggu di gereja
tempat teman kami Metha beribadah. Saya dan Dias memang beragama Islam namun
saya tidak masalah dengan melakukan hal tersebut. Teman saya sebelumnya sudah
memberitahu saya bahwa di sekolah Minggu tersebut kami bisa membantu para tutor
disana. Kami juga sudah mempersiapkan berbagai macam jajanan untuk di bagi pada
murid sekolah Minggu tersebut karena kebanyakan murid disana masih anak-anak.
Pagi sekitar pukul 8 kelas Minggu
dimulai. Kami pun memperkenalkan diri karena ada yang bilang bahwa tak kenal
maka tak sayang. Sehingga kami pun berkenalan dan mengajukan alasan mengapa
kami datang ke tempat tersebut. Setelah itu kami melakukan games/permainan.
Tentu saja tidak semua anak mau berdekatan dengan kami karena mungkin mereka
belum terlalu mengenal kami, namun walaupun seperti itu kami tetap berusaha
mengatur jalannya games dengan sabar.
Melihat mereka
tersenyum rasanya puas
Setelah semua kegiatan dalam
kelas tersebut selesai, kami mulai membagikan jajanan kepada anak-anak
tersebut. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak memang amat bersemangat
jika mendengar kata hadiah. Padahal jajanan yang kami berikan tidak seberapa
tapi melihat mereka senang dengan pemberian kami membuat kami senang dan merasa
puas. Saya baru sadar bahwa hal kecil dengan memberi jajanan seperti itu saja
dapat membuat orang lain bahagia.
Refleksi terhadap
proyek kebaikan ini
Tak banyak orang yang sadar
bahwa melakukan hal kecil dapat memberi pengaruh yang besar terhadap orang
lain. Kami dan saya khususnya merasakan bahwa menjadi pengajar anak-anak
tidaklah hal yang mudah. Butuh kesabaran ekstra untuk menjadi tutor disana.
Saya merasa kagum dengan para pengajar disana, mereka dengan sabar dan ikhlas
mau berbagi ilmu dengan anak-anak lain yang bukan siapa-siapa mereka agar
anak-anak tersebut lebih mengenal Tuhan. Dari hal tersebut saya menyadari bahwa
ikhlas merupakan kunci utama untuk melakukan kebaikan. Tidak perlu meminta
imbalan namun hanya yakin bahwa yang kita berikan itu berguna bagi orang lain
dan juga bermanfaat untuk hidup kita. Sebagai mana firman Allah SWT didalam Al Qur’an
bahwa:
آَمِنُوا
بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا
مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ
“Berimanlah kamu kepada Allah
dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah
menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan
menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al
Hadiid: 7)